Jumat, 19 November 2010

Wisata gunung Bromo


Kawan,kalau kamu jalan-jalan ke Jawa Timur,jangan lupa mampir ke Gunung Bromo. Daerah yang terletak di kota Pasuruan Dan Probolingo, menawarkan Wisata alam pegunuggan yang indah. kalau kita datang dari Surabaya hanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam ,melalui jalur pasuruan. Saat kita sampai dikawasan Bromo puluhan Mobil hartop atau Jeep,siap mengangtarkan kita menerjang lautan pasir Bromo.

Kita bisa menaiki hartop cukup bermodalkan dana sekitar emapat ratus ribu,untuk enam atau delapan orang. Saat kita melewati hamparan pasir kita akan di suguh kan pemandangan alam yang sangat indah dan menajupkan. dari Gunung batok, kawah Bromo, Viu poin yang kita bisa melihat keindahaan dari atas paling tingi,dari sitrulah kelihatan gunung semeru yang sangat indah puncak nya yang juga sering mengupulkan asap yangsangat indah. puluhan Foto garfer dari luar dan dalam negri pun mengarakan kamera untuk mengabadikan keindahan gunung bromo. jika kita mauke gunung Bromo kita lebih enak kalau berangkat malam jam 1 dari Surabaya, kita bisa pas tibajam 3 pagi dari bromo dan di lanjutkan menuju ke viupoin untuk melihat terbitnya mata hari yang sangat indah dan menajubkan.

kalau kita m,auke gunung Bromo sapai jam 3 pagi, kami saranklan untuk langsung naek ke viu pion untuk melihat matahari terbit dan melihat dari atas,klihatan hamparan pasir yang luas, kawah Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru. Jangan lupa juga kita harus membawa camera untuk mengabadikan momen keindahan alam wisata Gunung Bromo. stelah kita menghabiskan waktu untuk melihat matahari terbit barulah kita turun ke hamparan pasir yang cukup luas, dan menuju ke kawah Bromo. Kita bisa naik kuda,atau jalan kaki untik menuju kawah bromo seblum naek tangga yang mengantarkan kita ke atas. sesampailah diatasa bau khas belerang sangat khas dan menyengat yang menjadi cirikas Gunung Aktif., Disitu kita bisa mengabadikan gamabr munculnya asap putih belerang yang keluar dari lubang kawah yang sangat indah, dan banyak wisatawan domestik dan luar Negeri. Setelah kita puas denganpemandanmgan kawah Bromo kita bisa meliha juga pendopo yang berada di tenggah-tengah hamparan pasir,yang biasa nya digunakan untuk upacara adat suku tengger.





Kamis, 28 Oktober 2010

Juru kunci yang naas di Gunung Merapi


Sipa sih,yang tidak kenl sama sosok Mbah Marijan, yang sering nongol disalah satu iklan suplemen televisi. Nama Mbah Marijan mulai terkenal di masyarakat sejak tauhun 2006 lalu,pada saat gunung merapi meletus. pada saat itu mabah marijan berusaha tidak mau di efakuasi pada saat kondisi gunung merapi sudah setatus gawat,yang pada akirnya di jeput paksa oleh timsar.. Beliau adalah salah satu orang yang di beri mandat oleh Sri Sultan Hamengkubuono 9, sebagai salah satu juru kunci gunung merapi yang harus setiap saat memantau aktifitas gunung merapi.

Di tahun 2006 lalu mbah marijan sring nongol di televisi karena banyak para awak media yang menayakan setatus gunung merapi kepadanya.

karena dia di nilai orang yan tau tentang aktifitas gunung merapi. pada saat itu juga mabh marijan juga sering membuat sensasi-sensasi yang aneh aneh disaat gunung merapi mau meletus, dari rituljalan menuju pantai selatan dan akan naik di atas kawah yang dimana sangat membahayakan nyawanya.

Masyarakat sekitar pun sangat percaya dengan apa yang di ungkapkan oleh mabah Marijan ketimbang mempercayai pakar-pakar gunung merapi,pada saat itu pun warga pun engan meningal kan kampung halamanya sebelum mbah marijan mengeluarkan kata-kata untuk mengusi.

Ditahun 2010 ini tepatnay di bulan oktober sosok mabah Marijan sangat jarang sekali muncul di layar berita televisi, kerana mereka tidak mau dimintaiketerangan soal aktifitas gunung merapi. pada saat itu pula kondisi gunung merapi juga bersetatsus siaga.

pada saat itu pula mbah Marijan disana masih melakukan aktifitasnya sehari-hari seperti layaknya aktifitas sehari-harinya.

padahal kondisi gunung merpi sudah menunjukan aktifitas yang cukup tingi. pada saat itu pulalah pada akirnya gunug merapi mengeluragan awan panas yang disebut wedus gembel yang pada akirnya nyawa mabh marijan tidak teselamatkan. beliau menigal didalam rumahnya dengan kondisi sujut diduga mbah marijan sedang menjalankan solat.

Menurut berita yang beredar mabah marijan pun meningal saat Mbah Maridjan dijemput sang ajal, dia didampingi oleh sosok gaib yaitu orang yang sangat tua berpakaian jarik lurik dan memegang tongkat yang dikenal oleh masyarakat lereng Merapi dengan sebutan Mbah Petruk.

Raganya yang tidak kuat menahan suhu panas, tapi rasa atau jiwanya merasa adem saat bersatu dengan Sang Khalik. Ini benar-benar bentuk kontemplasi yang sangat mendalam," ungkap Diajeng Brida.

Menurutnya, orang biasa tidak mungkin mampu mempertahankan posisi sujud berdoa seperti Mbah Maridjan tanpa merasakan sakit yang luar biasa dan pasti melakukan gerak untuk menahan sakitnya.

"Kendati sudah dikafani, tampaknya jasad Mbah Maridjan dibungkus cahaya kuning terang, yang menandakan dia diterima oleh bumi tempat dia berpijak selama ini, dan jiwanya juga diterima oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Kamis, 21 Oktober 2010

Kenapa kau harus menjadi PSK

Wanita pada dalam artinya bahasa jawa Wani di toto,bisa di tata. dalam beberapa hal yang pernah aku pelajari setiap wanita jauh lebih nekad dari pada lelaki, kenyataanya wanita juga rentan dengan jeratan dunia hitam. yang selalu mengambil resiko sangat fatal dibanding laki-laki kaum laki laki., dan gamapang sekali kena pengaruh dalam pergaulan apalagi kalau memaksa dengan keadaan.

Disinilah aku akan berecerita dari sebuah relita yang ada dalam waktu ini menjadi bahan investigasiku. Sebut saja Bunga namanya bukan nama sebenarnya. Suatu ketika aku kenal dengan seorang wanita yang ber profesi sebagai PSK. disitulah aku mulai mendalami kenapa kamu terjun di dunia itu,dan aku pun berkata jangan alasan ekonomi buat alalasan terus. dia pun menjawab karena kau masih ada tangungan yang banyak,jawab bunga,memang tangungan apa? di bilang tangungan hutang. Dan akau pun mengatakan apakah tidak ada pekerjaan laen yang jauh lebih bagus dan halal dari pekerjaan mu yang hina itu,jawab dia kurang kalau aku bekerja di pt dengan melihat gajinya yang kecil, selain itu aku juga melihat tangungan hutangku yang cukup banyak. usut punya usut saya pun bertanya jangan-jangan kamu pernah di sakiti oleh lelaki,dia pun juga mengelak, tidak ada yang menyaikiti aku jawabnya. Aku aku pun terus bertanya kepadanya kenapa kok kamu mau dengan pekerjaan yang hina itu. sebenarnya ya tidak mau siapa sh yang maujadi seperti ini. Akirnya aku pun memeberi contoh, sebelumnya saya minta maaf,aku mau bertanya jika kalau kamu di kondisi yang seperti ini kalau ada tamu yang tua, jelek, dan di tubuhnya banayak penyakit kulit apakah kamu juga mau? di pun menjawab sebenarnya sih tidak mau,tapi kan aku bekerja, dan yang kurasakan disni tidak lah maen sama tamunya tapi hasil uangnya yang harus menutupi tangunganku. pada akirnya pun di mengaku kalu asal mulanya dulunya dia pernah menikah dengan seorang pacarnya yang disayanginya dari SMA, setlah itu berlangsung di pernikahan namun usia pernikaan ku tidak lamanya dengan umur jagung, dan aku pun pada akirnya ditingalkan sumiku, yang tidak pernah menafkai aku dan memberi kabar..Di situlah aku sangat setres dan frustasi dan mau sampaibunuh diri. namun pada akirnya aku da yang mengajak aku untuk bekerja di papua akau pun menerimanya jakan itu ternyata disana aku terjerat di dunia hitam di prostitusi dan kau diberjualbelikan disana ,Pada sat itu aku memasang tarif sekitar 1 juta untuk satu malanya karena kau merasan disana masih baru, dan aku sangan banyak pelangan ku yang sering memboking aku. Pundi-pundi rupih pun datang dengan bnayak, namun pada kentyatanya dengan banyaknya uang itu,aku pun disana tidak bsa mengumpulkan uang,saya sempat berfikir karena yang aku dapatkan ini adalah uang yang ttidak halal. Dan aku pun memetuskan pulang dari Papua untuk kembali kedesa karena aku merasa kalau di Papua aku tidak bisa mengumpulkan nafkah yang dari hasilku yang cukup hina ini. Pada akairnya akupun untuk memutuskan pulang kampung dan aku pun tidak bisa lari dari duni itu. aku pun masih juga terjun di dunia itu dengan menduduki di kawasan gunung lawu dengan masih berprofesi yang sama.





Rabu, 13 Oktober 2010

Menjadi wartawan Harus Jujur

Perkembangan dunia jurnalistik dari tahun ke tahun,namapaknya mengalami peningkatan yang cukup derastis. banyaknya media-media baru yang bermunculan dari mulai media online, tv, cetak,radio,kini membuat kepercayaan puplik beralih ke media. Dari masalah sosial,plitik, budaya, bahkan kriminal. dari deretan pemberitaan-pemberitaan itu media hanyalah meng informasikan saja,dan semua informasi berita di peroleh dari kaum profesionalisme yang sangat unik dan mempunyai intelektual yang tingi. dari situlah muncul subuah kata-kata dan bahasa yang bisa dinikmati khalayak. Siapakah yang di maksut kaum profesionalisme diatas? dia adalah wartawan, yang tugasnya mecari informasi yang sangat berimbang yang untuk disuguhkan bagi pencari informasi. keberadaan wartawan di sini sering di angap miring bagi kaum-kaum tertentu yang merasa diri nya pernah di libatkan. Namun semua itu sudah menjadi resiko bagi setiap jurnalis yang akan mengali informasi,semakin hasil liputan nya menantang maka akan timbul kepuasan yang akan di dapatnya dari dari profesinya tersebut.

Profesi wartawan sangatlah unik jika bisa mencermati. dimana ada perestiwa distulah dia ada. mereka di didik mempunyai intelejensi yang tingi dalam megali berita.menjadi jurnalis harus mempunyai kepribadian yang baik dan jujur, karena apa yang di dapatkannya menjadi konsumsi publik. Namau juga masih banyak keberadaan wartawan yang nakal, dimana saat melakukan peliputan megharapkan imbalan uang. Kalau kepribadian wartawan seperti itu nampaknya kepercayaan publik akan segera menurun,karena kalau dilihat dari unsur itu maka berita yang aka di beritakanya akan tidak berimbang. keberadaan wartawan sangat lah inti m dari penyuapan. Namun tidak semuanya seperti itu.

perofesi ini adalah profesi yang banyak menimbulkan resiko yang sangat besar,jika ada tidak mau dengan resiko besar maka janganlah jadi wartawan. banyaknya kasus penganiayaan dan bahkan pembunuhan yang di alami wartawan, mungkin berawal dari sebuah kasus yang bisa sangat bersar karena merasa dirinya tidak mau di ekpose dimedia dan akan membongka kasus yang di alaminya. namun seua itu sudah menjadi resiko yang cukup sudah harus di tangungnya. utuk menghindari dari semua itu seorang wartwab harus di tntut nilai kejujuran yang tingi dan mempunyai tingkat keimanan yang kuat. Dari situlah nila-nilai kejujuran akan timbul dan sehinga apa yang di dapat kanya sesuai dengan apa yang di dapatkannya pada saat mencari berita. kalau pecari beritanya tidak tidak jujur maka apa yang terjadi di masyrakat sana? mungkin akan timbul kpercayaan publik yang menurun. dari situlah kalau kita ingin menjadi serang jurnalis maka kita harus di tuntut tingkat kejujuran yang tingi dan menpunya sandaran agama dan iman yang kuat,


Kamis, 07 Oktober 2010

kenapa Msi Membawa Musibah

Angkutan publik yang kini di gunakan pengangkut masa yang paling efektif kini sering kali mengalami kecelakaan. Kepercayaan masayarakat mengunakan angkutan kereta api banyak disukai masyarakat karena selain murah dan sangat efektif. Namun, angkutan pengangkut masa ini sering sekali mengalami kecelakaan. Kasus kecelakaan kereta api yang terjadi di stasiun kereta api petarukan jawa tengah,adalah sekian sudah beberapa kalinya,siapakah yang harus di salahkan? dalam musibah ini. 36 nyawa melayang dan banyak korban luka-luka. Sementara kepolisian menetapkan masinis kereta api di tetapkan sebagai tersangka,yang di angap lalai dengan tugasnya. Apakah ini bisa di salahkan apalagi masih banayk lagi ganguan–ganguan yang mungkin bisa terjadi. Dinas PJKA pun telah ber benah dalam kasusu penagulangan kecelakaan kerata api,dari bembenahan rel dan perawatan lokomotif. Namun kecelakaan tetap saja terjadi.

Lagi-lagi korban adalah masyarakat yang mengunakan transportasi masa tersebut yang menjadi korban. Namapaknya kekeprcayaan masyarakat kan berangsur hilang mengunakan angkutan publik tersebut akrena sering mengalami kecelakaan. Banyaknya korban yang jatuh dalam sejumlah kecelakaan KA membuat pemerintah menggelar dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam pertemuan itu, Departemen Perhubungan mengatakan tidak ada bekas pengereman dari KA Argo Anggrek dan sinyal elektronik berfungsi baik serta normal yang mengarah pada indikasi adanya human error.

Kendati demikian, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) punya pandangan lain. Mencari jalan keluar atas segala permasalahan di tubuh PT Kereta Api dan memastikan zero-mistake dalam penyelenggaraan transportasi massal itu akan mementahkan pertanyaan apakah kereta api masih layak dan aman untuk masyarakat? Tunggu hasil penyelidikan KNKT

Kamis, 05 Agustus 2010

Prof. Hamidi, Pribadi yang Teguh dan Guru yang Mengayomi

Prof. Hamidi, Pribadi yang Teguh dan Guru yang Mengayomi


Hari ini, Kamis, 5 Agustus 2010, ba’da maghrib, kita kehilangan lagi sesosok guru yang sederhana, Prof. Dr. H. Hamidi. Guru besar Ilmu Komunikasi FISIP UMM ini meninggal tak lama setelah dirawat di ICU RSI Aisyiyah, Malang, akibat pendarahan otak. Sebelum Prof. Hamidi, guru besar UMM lain yang mendahului kita adalah Prof.Muslan Abdurahman, di RS yang sama. Kedua guru besar itu dikenal memiliki sifat yang hamper sama, tawadhu’. Sungguh UMM sangat kehilangan beliau berdua sebagai sosok tauladan bagi keluarga besar sivitas akademikanya.

Prof. Hamidi, bersama-sama pak Budi Suprapto dan pak Farid Rusman, adalah perintis awal jurusan Ilmu Komunikasi. Ketiganya sering bercerita bagaimana masa-masa awal mempertahankan jurusan yang sangat kurang diminati. Ketiga orang ini memiliki sikap dan sifat yang berbeda-beda tetapi saling melengkapi. Tak jarang ketiganya terlibat dalam perdebatan, setidaknya itulah yang diketahui yunior-yuniornya, seperti saya, lewat cerita mereka bertiga dalam berbagai kesempatan.

Saya memiliki kesan yang mendalam pada sosok Almarhum. Sebab, sebelum saya menjadi koleganya di jurusan Komunikasi, beliau adalah dosen dan pembimbing skripsi saya. Telaten sekali ketika membimbing. Sabar dan tidak menyalahkan secara serta merta. Mengajak berfikir dan memasukkan nilai-nilai moral dan filsafat di dalam pemikirannya.

Di sisi lain, sosok Prof. Hamidi adalah pribadi yang keukeuh pendirian. Tentu, teman-teman di jurusan tau bagaimana beliau mempertahankan pendapatnya. Sebagai pengajar metode penelitian, ada bagian yang menurut beberapa teman berbeda, termasuk saya. Saya sering merasa geregatan dengan pendapat beliau yang menurut saya berlawanan dengan pendapat saya, dan mungkin teman-teman lain. Sampai akhirnya, saya kemukakan perbedaan itu di depan beliau. Saya tidak menyangka, ternyata beliau sangat terbuka terhadap kritik. Beliau menerima perbedaan itu, walau tetap pada pendiriannya. Haqqul yakin, katanya. Ya sudah, saya tetap pada pendirian saya dan tidak menyalahkan mahasiswa mengikuti pendapat beliau, tetapi beliau tetap pada pendiriannya dan tidak melarang mahasiswa mengikuti pendapat saya. Sangat bijaksana, bukan.

Sebelum berangkat ke Turki, akhir Juni lalu saya berpapasan di lift kampus. Jalannya agak terseok. Belakangan saya ketahui ternyata kaki beliau habis keseleo setelah saya tanyakan sebabnya. Seorang tukang ojek sudah menunggu di mulut jembatan GKB I UMM. Semenit kemudian, tukang ojek itupun membawa Prof. Hamidi ke terminal Landungsari untuk kemudian oper angkutan kota menuju Jl. Ahmad Dahlan, rumah kediamannya. Rupanya tukang ojek itu adalah langganan Prof. Hamidi.

Begitulah kesehariannya. Jika masuk kampus beliau memilih turun di terminal dan jalan kaki melewati jembatan gantung UMM. “Kan sambil olah raga,” katanya sewaktu saya tanya, kok jalan saja. Sedangkan kalau pulang, karena jalanan nanjak dan tenaga sudah habis dikuras untuk beraktivitas, beliau cukup sms kepada tukang ojek langganannya. Tidak merepotkan orang lain untuk mengantarkannya. Beliau bukan guru besar yang bermewah-mewah dengan mobil maupun jemputan. Sungguh pribadi yang teguh dan sederhana.

Sewaktu pengukuhan beliau sebagai guru besar, rektor Bapak Muhadjir Effendy memberi apresiasi yang sangat mendalam untuk Prof. Hamidi. Katanya, Prof. Hamidi adalah teladan bagi seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa UMM karena selain aktif berdakwah di Muhammadiyah, juga merupakan dosen yang profesional. UMM, lanjut rector, sangat memerlukan orang yang tak hanya punya komitmen tetapi juga professional, punya kompetensi. Dalam hal ini, tak ada yang bisa membantah, Prof. Hamidi adalah cerminan dari sosok yang memiliki dedikasi, komitmen serta profesionalisme tinggi sebagai seorang guru.

Sebagai ulama, Prof. Hamidi juga produktif berdakwah. Selain menulsi buku tentang komunikasi dakwah, beliau juga sering mengisi khutbah-khutbah di masjid-masjid. Dua bulan lalu saya mengikuti khutbahnya di masjid Siti Khodijah, Jl. Arjuno. Katanya, seminggu lalu, beliau juga mengisi khutbah di masjid AR Fahruddin UMM. Saya tak tahu apa isi tema khutbah terakhirnya itu. Mudah-mudahan masih menjadi pedoiman bagi jamaahnya.

Selamat jalan Prof Hamidi. Guru, orang tua dan kolega yang sangat kami sayangi. Semoga Allah memberimu tempat terbaik sebagaimana amal soleh dan pahala ilmumu yang selalu akan mengalir untukmu. Kami semua insya Allah akan melanjutkan perjuanganmu.

Ankara, 5 Agustus 2010.
Oleh,Nasrullah