Sabtu, 19 Mei 2012

STMJ minuman khas Indonesia




STMJ  merupakan minuman kesehatan, terdiri dari Susu, Telor Ayam mentah, Madu dan Jahe. Minuman ini sangat enak dan menyehatkan  apalagi kalo diminum dalam suasana yang dingin. Selain menghangatkan, STMJ berfungsi menambah stamina bagi tubuh.

Minuman ini bisa didapat di warung-warung pinggir jalan, maupun toko-toko jamu yang tersebar dimana-mana. Untuk harga yang sangat relative murah. Minuman yang mempunyai khasiat yang sangat banyak ini. Bahkan STMJ ini dapat menyembuhkan banyak sekali penyakit dari pegal-pegal hingga masuk angin.

Rasa STMJ Susu sangatlah enak hasil perpaduan antara gurih khas susu murni dengan Jahe yang kuat, ditambah telor  ayam kampong dan madu lebah pilihan menyatu dalam satu minuman yang lezat dan bergizi. Tak heran jika banyak orang memilih mengkonsumsi STMJ Susu dibandingkan mengkonsumsi obat obatan yang notabene memiliki efek samping yang lebih berbahaya.

Khasiatnya membuat badan fit setelah seharian beraktivitas. Lebih baik lagi apa bila di minum pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Sedangkan efek yang di timbulkan dari minuman ini belum ada, jadi cukup aman untuk di konsumsi setiap hari.  

Senin, 14 Mei 2012

Jakarta oh jakarta



Sore pukul 15:00 wib  di lantai 3 gedung graha pena kabayoran lama Jakarta. Gedung – gedung pecakar langit di kawasan senayan,Terlihat jelas didepan mata ku dari  jendela kantor  ukuran 3 cm terlihat gedung  apartemen dan  perkatoran yang menjulang tinggi  menghiasi langit kota Jakarta, awan yang biru membuat indah sore ini.  Tepat pukul 17 :00 wib akitifitas jalana protokol ibu kota akan di hiasi, jutaan sepedah motor, ratusan angkutan yang semrawut di hadapan mata kita.  sekaligus akan  mengantarkan perjalanan ke rumah masing- masing.  Aku pun  beranjak pulang menaiki lift dari lantai 3 Graha pena,beranjak turun  di lantai dasar untuk  menungu datangnya   angkot nomer 09 jurusan Kebayoran Lama – Tanah abang.

Sejuknya semilir kota jakarta yang bercampurkan kotaminasi asap dan debu kendaraan umum,turun di bawal jembatan layang slipi sebari menungu bus kota yang akan  mengantarku ke kebun jeruk. Para karyawan yang asaat itu juga memilik nasip yang sama memanti datangnya bus yang akan mengantakan. Rebutan penumapang saay saat akan naik menjadi pemandangan yang sanagt biasa, tanapa memiliki rasa takut karen akondisi angkutan masih posisi berjalan. Riuh suara kelason roda 2 di bunyikan untuk menyingkirakan para penyebrang jalan yang tidak melewati jembatan penyebrangan.

Ibu kota negara Indonesia ini, sangat sibuk jika waktu menjelang pagi dan sore hari. Jutaan manusia  menggais rejeki. Waktu juga habis dalam perjalanan yang tidak bisa di duga yang kadang – kadang kemacetan  menjebak setiap saat. Hidup di kota Jakata,management waktu harus sangat di pakai, berbeda dengan tingal di kota kecil yang hampir tidak pernah tekena macet. Dapak kemacetan pun menjadi program kerja primadona promosi bagi calon- calon gubernur yang akan tapil dalam pilkada Jakarta. Para  calon  cagubub DKI  berlomba-lomaba   memamerkan program kejanya yang bisa  mengatasi kemacetan di kota ibu kota. Mulai membuat angkutan masal dan meyakinkan masyarakat untik mengunaka angkutan masal dengan tarif  yang sangat terjangkau.

Lahan basah mengurus KTP di kecamatan kota



 ( Banten ) Pelayanan publik terhadap masyarakat di kelurahan sangat di butuhkan warga yang akan menggurus surat- surat. Namun di kota besar di barat Jakarta,bentuk pelayanan untuk mengurus dokumen atau surat-surat di jadikan lahan bisnis. Untuk mengurus surat- surat  yang di gunakan warganya harus mengeluarkan biaya yang sangat  besar, padahal semestinya punggutan  itu tidak di bebankan ke pada warga  yang  mengurus surat. Untuk mengurus pembuatan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk,di Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, para pekerja di kelurahan maupun di kecamatan meminta biaya administrasi yang tindak sewajarnya.

Untuk pembuatan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk di kecamatab tersebut membebankan biaya yang sangat mahal kepada calon pembuat KTP baru dan kartu keluarga. Pungutan liar yang menurutnya biaya administrasi tersebut ,mulai dari  ketua RT sampai ke Kecamatan.

 ketika petugas di tanya mengeni biaya " kok mahal banget sih ibu? tanya salah satu seorang pemohon kartu keluarga  petugas mengatakan ya gitu deh ?? "

Pungutan pertama dimulai dari  ketua RT untuk  meminta surat pengantar  yang  akan di bawa di ke kelurahan, surat tersebut di berikan  uang  sebesar Rp10.000 untuk ganti uang rokok."ungkap istri keuta RT yang memberikan surat pengantar tersebut " 

Selanjutnya mengurus di kecamatan guna untuk  mendapat surat  penggantar ke kecamatan dan tanda tangan  lurah, petugas  kelurahan  meminta uang yang untuk ministrasi sebesar tiga puluh lima ribu rupiah yang alasanya di gunakan untuk adminis trasi kantor desa. Lanjut beranjak pergi ke kecamata. Praktek  pungutan liar di sanat terang terangan . untuk mengurus kartu keluarga dan KTP tidak bisa langsung jadi dan masih menungu 1 bulan. Selain itu di kenakan biaya yang sangat mahal jika di gunakan untuk rakyat kecil sebesar 120.000 dengan alasan untuk mengurus surat dinas pendudukan. Ketika meminta ktp sementara dengan waktu yang bersamaan petugas juga memasang tarif untuk KTP sementara.

Apakah benar  untuk mengurus surat – surat yang di gunakan untuk warganya untuk masyarakat harus mengeluarkan biaya banyak yang di bebankan untuk warganya. Warga pun banyak yang berangapan jika banyar  nagak papa salakan pembuatanya tidak di persuli. Apakah ini  yang di namakan praktek percaloan yang di lakukan di pemerintahan?? Apa pelayannan publika yang di berikan kepada masyarakat harus memnegeluarkan biaya??

Jumat, 02 Maret 2012

Sukses itu ngak perlu ribet.



           Kesuksesan seseorang datang dengan sendirinya jika kita menjalaninya dengan fokus dan optimis. Orang sukses belum tentu datang dari orang yang pintar,juara kelas,indek perestasi komulatif  tinggi dan lulus kuliah dengan predikat kumlot.

Kesuksesan seseorang datang ketika orang itu fokus dan  otimis kepada apa yang di jalaninya. Kesuksesan akan pergi ketika kita tidak optimis dengan apa yang kita jalani.

Contoh saja,bayi yang belajar berjalan demi untuk bisa jalan bayi harus terjatuh dan menagis tapi dia punya keinginan untuk bisa berjalan,keinginanaya berjalan membuat fokus dan optimis sehing bayi tersebut pada akirnya harapa yang ia inginkan di dapat.

Untuk menuju kesuksesan intinya memang fokus kepada apa yang kita  jalani sekarang. Jika kita tidak fokus jangan harap apa yang anda inginkan akan tercapai.

Kapan kita haru fokus? Sebaiknya mulailah pada detik ini. Buatlah rencana, jangaka pendek,menengah dan kedepan,dan apa yang bisa membuat kita fokus.

Siapkan langkah langkah apa yang sudah kita geluti sekarang ini. Jika kita fokus pada apa yang kita lakukan sekarang ini insyaallah akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Jangan lupa dukungan dari orang yang kamu sayangi juga perlu untuk mendapatkan suport dan bisa menjadi kesuksesan.

Semoga cerita ini bermanfaat dan bisa di terapkan dalam diri kita semua,untuk meraih kesuksesan yang akan kita gapai.(www.imanblogspot.com )

Minggu, 04 Desember 2011

Kata penjual kopi,Keprawana itu mahal.



    Harapan seorang pria kelak nanti akan mendapatka pendanping hidup mengingikan mendapatkan sosok yang istri yang seperna misalnya, istri cantik, taat beribadah,berbakti selain itu kebanyakan  pria  mendambakan jika nantinya menikah juga mendapatkan keperawanan. Menurut beberapa pendapat dari seseorang keprawanan itu merupana simbul kebaikan seorang wanita yang bisa dijaganya semenjak usia remaja sampai menikah yang nantinya di berikan kepada suaminya.

Perbincangan itu di mulai pada saat malam minggu nongkrong di sebuah warung kopi, dan. Di sekitarnnya di bisingkan dengan suara alunan musik house musik di beberapa cafe yang berada di kawasan hotel sangrila.

penjual kopi pun melontarkan ucapanya menurutnya  "keprawana itu sangatlah mahal" itulah kata-kata yang di ungkapakan kepada ku pada saat aku duduk di kursi warung sambil minum kopi. Penjual kopi itu mengatalan seperti itu, sebab, sekitar 5 bulan yang lalu pihaknya baru saja selesai melepas masa lajangnya.

 penjual kopi berkata, "jika kamu kelak akan  menikah nanti  kamu harus mendapatkan wanita yang masih perawan" begitulah tuturnya. Menurutnya, seorang lelaki  mendapatka keprawana adalah sesuatu kebangaan, menurutnya dengan mendapatkan keprawanan akan mendapatkan keluarga yang sakinah mahwadah warohmah. Aku pun sontak bertanya? Jika ternyata hilangya keprawanan itu akibat kecelakaan yang tidak di sengaja Si penjual kopi mengatakan itu masih perawan. aku pun melatjukan pertanyaan apa bila yang di katakan seorang istri hilangnya keprawana ternyata benar benar pernah melakukan gimana? Pihanya mengatakan apa pun yang di sembunyikan kurun waktu akan terbongkar. Pertanyaan itu selajutnya aku teruskan dengan bertanya apa bila tidak perawanya istri mengetahui setelah mejalani beberapa tahun penjual kopi mengatakan, meminta izin kepada istri tuanya akan menikah lagi dan tidak akan memutuskan istri yang lama. Jika istri tuanya tidak mau di madu,penjual kopi akan menceraikan itri istri tuanya dengan alasan akan mendapatkan istri baru yang jauh lebih baik. Selain itu kata-kata masa lalu biarlah berlalu tidak bisa melekat didirinya. Menurutnya jika bertobat atau minta maaf hanya pada yang kuasa saja.

Kenapa penjual kopi mengatakanseperti itu, dalam dirinya  keprawana adalah hal yang paling utama yang sudah menjadi cita-citanya dari dulu.

Bagi kebanyakan orang keprawanan menjadi nomer sekian, yang katanya yang utama adalah cinta dan kesetiaan,pemikiran itu tidak berlaku di di benak sipenjual kopi. Menurutnya keprawanan seorang wanita bisa membawa hubungan keluarga yang sakinah mahwadah warohma.

Perbedaaan iman pujiono dan imam s arifin



    
                  Pengemar dangdut di indonesia pasti mengenal sosok penyanyi dangdut kawakan yakni imam s arifin. Penyanyi dangdut yang terklenal di era 90 an ini lagu lagunya cukup terkenal dan fenomenal sekaligus banyak dinyayikan semua orang yang menggemari musik dangdut. Tapi gini broo, sekarang kita mau bahas perbedaan antara imam s arifin dengan iman pujiono.

Pasti semua bloger tertawan bacanya dan bilang ih ngak penting banget sih? Mungkin juga  ada yang bertanya siapa sih iman pujiono itu? aku yakin pada ngak ada yang kenal dan kalaupun  di searcing di google pun pasti keluarnya juga kata kata " kebersihan merupakan sebagian dari iman" tu yang biasanya di tempelin di tempat wudu toilet.he he..

Tapi jika kalian denger lagunya imam s arifin di radio atau mp3 pasti bisa geleng-geleng kepala sambil menyanyi,walapun tidak melihat wajahnya yang menyanyi  akan langsung tahu siapa yang menyanyi lagu tersebut. Itu lah hebatnya perbedaan orang terknal dan orang yang mau mengajak terkenal. He he

Iman pujiono sosok cowok yang tinggi kurus lumayan manis sih...he he. " Siapa tau ada yang cari menantu " salah satu reporter jtv wilayah surabaya,awal karirnya sebagai Reporter dimualai  setelah lulus kuliah yang mengambil jurusan ilmu komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang. Keinginannya menjadi seorang jurnalis ketika sering melihat orang-orang besar seperti Dahlan iskan,Harmoko,Akbar tanjung yang dulunya berlatar belakang jurnali. Cita-cita itulah muncul,karena menajdi seorang jurnalis  mempunyai jaringan atau akses yang tidak terbatas,seprti saja jika ingin menonton sepek bola  even besar, kita bisa langsung negkreng di pingiran lapangan tanpa harus antri karcis dan berdesakan sama penoton lain.

Keinginan itulah yang membuat dirinya setelah lulus SMA, meneruskan kulaih di jurusan ilmu komunikasi. Iman memulai pertama kali kerirnya  di bidang jurnalistik,menjadi  penyaring informasi atau  gattekipir radio swara wijaya kusuma FM Madiun. Setelah hapir selama tiga bulan kontrak kerja tidak di teruskan akibat, ngak tau alasane tiba- tiba di cut ".

Pria yang akrab di pangil sama teman bermainya gembol ini,selali gigih untuk mengapai cita-citanya sebagai jurnalis, ia juga tekun dan beribadah selian itu juga mempunyai aktifitas sebagai salah  penulis bloger.  sebelum bergabung di Jawapos Media Televisi atau JT, Iman  menjadi stringer  tv swasta indosiar atau wartawan lepas  di wilayah Ponorogo, dengan di kedalikan seorang kontributor yang mengajinya saat beritanya tanyang sebesr Rp 100.000 itu pun juga  belum jelas berita yang di liputnya akan tayang atau tidak kalau tidak tayang yang ngak gajian.

ke gigihanya dan keinginannya yang kuat ingin menjadi jurnalis Iman,pada akirya meningalkan kota Ponnorogodan meningalkan pekerjaanya menjadi wartwasn steringer atau yang lebih akrab di panggil tuyul,  Iman akirnya memutuskan untuk hijrah ke Surabaya. Sempat beberapa bulan  kerja di bank swasta milik  bank asing sebagai "tukang tagih utang" atau istilah kerenya  collection, dengan harapan  apa yang menjadi cita-citanya menjadi Jurnalis akan di terima di media. Selajutnaya  kenal dengan seorang Reporter JTV yang bernama Edwin jaka yang menawarkan pekerjaan kepada saya bahwa di katornya di  JTV  baru saja ada yang keluar,dan bosnya membutuhkan kariawan  untuk mengatiakan posisi yang keluar. Edwin jaka akirnya menemukan dengan pemimpin redaksi JTV  baapak Imam syafi'iyang menerimaku dan langsung mererima Iman utuk bergabung di news redaksi dan ber gabunglah  Iman di sana.

Menurutnya,pekerjaan yang sifatnya di lakukan di ruangan  yang berhubungan denga komputer dan AC membosankan. Kenapa di atas kita membedakan antara iman pujiono dengan imam s arifin? Jawabnya cukup simpel sih kalau iman pujiono sosok yang baru saja menjadi wartawan dan belum di ketahui semua orang. Tapi kalau imam s arifin orang denger lagunya saja sudah tau sipa yang menyanyi. Itulah perbedaanya. He he.

Minggu, 03 April 2011

Fenomena Collection New Work

Dunia perbankan sedang dalam sorotan. Beberapa waktu yang lewat, seorang nasabah di Citibank yang bernama Irzen Octa dikabarkan meninggal akibat dugaan disiksa oleh petugas yang bekerja di salahsatu bank terkemuka tersebut. Beberapa pertanyaan patut diajukan dan pastinya pertanyaan-pertanyaan itu berkeliling memenuhi benak orang awam yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Debat kusir dan opini minor pun lantas menggiring bisnis perbankan ke sisi tembok paling pojok dan menerima justifikasi negatif dari masyarakat. Adakah ruang gelap dalam sistem perbankan? Hingga penyiksaan seolah-olah mendapatkan legitimasi dan apakah sebuah hal yang absurd terlanjur dianggap kenormalan meski jelas-jelas diambang rasio? Bahkan rasio kebinatangan sekalipun?

Dalam suatu kesempatan, seorang enterprenuer pernah berbagi cerita. Sungguh, pekerjaan menagih hutang bukan perkara yang gampang. Bagi seorang desk collection, apakah mereka di divisi inhouse atau pun field collector, sesungguhnya menjalankan pekerjaan yang memiliki tingkat stressing tinggi. Mencermati case kematian nasabah di Citibank, mari kita gunakan pola pikir yang obyektif, berdasarkan perenungan dari berbagai sisi, dan tentunya menuntut imparsialitas kita dalam memandang permasalahan yang ada.

Bukan rahasia umum bahwa sebagian besar, bahkan hampir semua pegawai yang bekerja sebagai desk collection adalah pegawai yang berstatus outsourcing. Dengan menyiasati Undang-Undang Ketenagakerjaan, maka setelah dua kali masa perpanjangan kontrak, biasanya pegawai yang bersangkutan akan dipindahkan ke perusahaan penyedia tenaga outsource yang lain. Sehingga pegawai yang bersangkutan tidak harus diangkat menjadi pegawai tetap. Perusahaan outsource dan perusahaan perbankan, pada umumnya hanya memberikan gaji pokok sesuai dengan ketentuan UMR. Sedangkan stimulus bagi pekerja, akan diberikan insentif bila target yang telah ditentukan sebelumnya terlampaui.

Berdasarkan hal tersebut, hanya ada dua pilihan bagi pegawai yang berstatus sebagai pegawai kontrak. Memenuhi target, atau akan di terminate dan kedua perusahaan itu tidak perlu repot-repot menyediakan pesangon. Dengan demikian, pegawai yang bersangkutan akan menggunakan berbagai cara agar beban target dapat tercapai dan insentif dapat mereka nikmati. Meski terdengar aneh, tetapi memaki-maki, atau bahkan mendiskreditkan customer hampir tidak dapat dihindari dalam dunia desk collection. Dan kasus yang terbaru ini, bahkan harus merenggut korban jiwa.

Point yang kedua, seperti disinggung diatas, bekerja sebagai penagih hutang memang memiliki tingkat resiko stress yang tinggi. Terkadang, tidak jarang terdapat nasabah yang memang memiliki karakter temperamen, atau beberapa nasabah yang tidak mempunyai ihtikad baik menyelesaikan hutangnya. Padahal, di lain sisi, petugas desk collection membutuhkan banyak payment agar diakhir bulan dapat memiliki uang yang cukup untuk dibawa pulang, atau minimal akan lebih safe dan terhindar dari staffing strategy.

Untuk itu, butuh kearifan dari pemerintah dan pengusaha, agar ke depan, tidak akan ada korban seperti Irzen Ochta yang selanjutnya. Kita berharap, pemerintah me­review kebijakan tentang outsourcing dan bagi petugas desk collection, mari kita gunakan cara-cara yang lebih wise dan smart, kita optimalkan negotiation skills dengan lebih santun, agar hasilnya lebih maksimal, dan meminimalisir komplain dari nasabah. Terakhir, mari kita berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini, dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap dunia perbankan.